SRI UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK BUAH PEPAYA MUDA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus aureus)

Antibakteri, Jerawat, Pepaya Muda (Carica papaya L), Staphylococcus Aureus

  •  Sri Hidayati Sri Hidayati humas@stikesabdurahman.ac.id

Abstrak

Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang esensial, vital serta cermin kesehatan. Berdasarkan penelitian di kawasan Asia Tenggara terdapat 40-80% kasus acne vulgaris kemudian dari PERDOSKI 2017 di Indonesia Acne vulgaris menempati urutan ketiga penyakit terbanyak dari jumlah pengunjung Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di rumah sakit maupun klinik kulit. Salah satu mikroorganisme penyebab Jerawat adalah bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya adalah tanaman papaya. Bagian pohon pepaya seperti akar, batang, daun, daging buah, bahkan biji telah diteliti mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Metode penelitian pada uji antibakteri ini yaitu eksperimental laboratorium dengan percobaan aktivitas antibakteri pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Dengan hasil penelitian yaitu kandungan senyawa buah pepaya muda (Carica papaya L) berupa senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan polifenol ekstrak etanol buah pepaya muda (Carica papaya L) pada konsentrasi 20% rata-rata diameter zona hambat (8,47 mm), konsentrasi 40% rata-rata diameter zona hambat (10,52 mm), konsentrasi 60% rata-rata diameter zona hambat (14,68 mm), dan konsentrasi 80% rata( 20,29 mm) serta perbandingan konsentrasi daya hambat ekstrak buah pepaya muda (Carica papaya L) yang hampir sama dengan antibiotik gram posotif Clindamycin terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 80% sebesar (20,29 mm).

 

Referensi

Hanani, e. (2017). Analisa fitokimia. Jakarta: penerbit buku kedokteran ege.
Jawetz, E., J.L. Melnick., E.A. Adelberg., G.F. Brooks., J.S. Butel., dan L.N. Ornston. 1995. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke-20 (Alih bahasa : Nugroho & R.F.Maulany). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Liling, V. V., Lengkey, Y. K., Sambou, C. N., & Palandi, R. R. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya Carica papaya L. Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium
acnes. Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical), 3(1), 112-121.
Potti, L., Niwele, A., & Soulisa, A. M. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dengan Menggunakan Metode Difusi Sumuran. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 1(2), 100-112.
Tita Khosima Hidayati, Yasmiwar Susilawati, Ahmad Muhtadi. (2020). Kegiatan Farmakologis Dari Berbagai Bagian

Carica papaya Linn. Ekstrak: Buah, Daun, Benih, Uap, Kulit Dan Akar.
Veronica, S. N. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun Pepaya (Carica papaya Linn) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Secara Difusi (Doctoral dissertation, Stikes Karya Putra Bangsa Tulungagung).
Well, D. (2013). Acne vulgaris: A review of causes and treatment options. The Nurse Practitioner, 38(10), 22-31
Wardania, A. K., Malfadinata, S., & Fitriana,
Y. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei). Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 1(1), 14-19.
Yuliandari, N., Rahayu, Y. P., Lubis, M. S., & Yuniarti, R. (2023). Uji aktivitas antibakteri formulasi sediaan gel antijerawat ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 1960- 1969.
Diterbitkan
2026-01-19