PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE

  •  Afni Panggar Besi STIKES Abdurahman Palembang
  •  Devy Oktarina STIKES Abdurahman Palembang
Keywords: Diare, Swamedikasi, Tingkat Pengetahuan, Tindakan

Abstract

Swamedikasi didefinisikan sebagai memperoleh dan mengkonsimsi obat tanpa nasehat dari tenaga kerja kesehatan profesional, baik untuk diagnosis, resep, dan ataupun pengawasan kesehatan. Banyaknya orang yang melakukan swamedikasi ini perlu diwaspadai karena kurangnya pengetahuan yang memadai dari dosis obat akan berpotensi menyebabkan efek samping dari obat-obatan. Desain Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel secara purposive Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 400 responden. Analisis data yang digunakan adalah model analisis regresi linear sederhana dengan alat bantu SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 45.50% responden mempunyai pengetahuan swamedikasi diare yang baik, 54.25% responden mempunyai pengetahuan cukup dan 0.25% mempunyai pengetahuan kurang baik. Kemudian tindakan swamedikasi diare menunjukkan bahwa 27,31% responden mempunyai tindakan yang baik, 57.75% responden mempunyai tindakan yang cukup dan 0.5 responden mempunyai tindakan kurang baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap tindakan swamedikasi diare dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,050).

References

Badan Litbangkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Litbangkes. Depkes RI, 2013.

InfoPom. 2014. Menuju Swamedikasi yang Aman, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Kurniasih, K. A., Supriani, S., & Yuliastuti, D. (2020). Analisis Faktor Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Tindakan Swamedikasi Diare. Media Informasi, 15(2), 101–105.https://doi.org/10.37160/bmi.v15i2.321.

Rosmimi, M., Kartika Untari, E., & Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Jalan Hadari Nawawi Pontianak, P. H. (2018). Analisis Pengaruh Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tindakan Swamedikasi Diare Akut Di Kecamatan Pontianak TimuR. In Jurnal Pendidikan (Vol. 16, Issue 1)

Syamsudin. 2013. Farmakoterapi Gangguan Saluran Pencernaan (R. Nirwanta, Ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Tan, H. T., & Rahardja, K. 2010. Obat-Obat Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari. Elex Media Komputindo.

Woldu, W., Bitew, B. D., & Gizaw, Z. (2016). Socioeconomic factors associated with diarrheal diseases among under-five children of the nomadic population in northeast Ethiopia. Tropical Medicine and Health, 44(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/S41182-016-0040-7/TABLES/4
Published
2023-02-25
How to Cite
Besi, A., & Oktarina, D. (2023). PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE. JURNAL FARMASI ABDURAHMAN, 1(1), 23-27. Retrieved from https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/174