hubungan Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Memasuki Fase Menopause dan Andropause pada Pra Lansia di RT 07 Desa Sugih Waras Talang jambe Tahun 2026
Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi memasuki fase menopause dan andropause
Abstract
Pra lansia merupakan kelompok usia menjelang lanjut usia yang umumnya berada pada rentang umur 45–59 tahun. Pada fase ini terjadi berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, termasuk kesehatan reproduksi. Menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen akibat berakhirnya fungsi ovarium yang ditandai dengan tidak adanya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron pada pria yang terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 sampai dengan 24 Januari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pra lansia yang berada di RT 07 Desa Sugih Waras, Pra lansia adalah individu yang berusia 45–59 tahun. Sampel adalah sebagian atau seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh pra lansia yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden penelitian. Hasil uji statistik diperoleh nilai P-nya adalah 0,001; bahwa ada pengaruh pengetahuan masyarakat dengan Kesiapan memasuki Fase menopause dan andropause. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 27.50; artinya responden yang berpengetahuan tinggi mempunyai resiko 27.50 kali untuk Kesiapan memasuki Fase menopause dan andropause yang baik. Hasil dari hubungan kedua variabel tersebut signifikan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan mengenai perubahan reproduksi pada usia pra lansia melalui kegiatan penyuluhan, posyandu lansia, maupun program kesehatan masyarakat lainnya.
Jurnal Kesehatan Abdurahman is a scientific peer-reviewed article which are freely available to be accessed, downloaded and used for research purposes. Manuscripts submitted to Jurnal Kesehatan Abdurahman are published under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0).
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.







