EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU NIFAS DI PMB FAULIEN KECAMATAN GANDUS KOTA PAPLEMBANG TAHUN 2025
Abstract
Produksi ASI yang kurang optimal pada ibu nifas merupakan hambatan utama dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa fitosterol dan polifenol yang berperan sebagai laktagogum, mampu meningkatkan sekresi hormon prolaktin dan mendukung produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 15 ibu nifas yang mengalami masalah produksi ASI, dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian rebusan daun kelor dilakukan selama 7 hari berturut-turut dengan dosis yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencatat frekuensi menyusui sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaa n rata-rata sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada frekuensi menyusui sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun kelor dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa rebusan daun kelor dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas secara bermakna. Kesimpulan: Pemberian rebusan daun kelor efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dan dapat dijadikan alternatif intervensi alami yang mudah diaplikasikan di masyarakat untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan penggunaan daun kelor sebagai intervensi pendukung laktasi, serta melakukan edukasi kepada ibu nifas mengenai manfaat dan cara penyajiannya.






