PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SUKARAMI KECAMATAN SUNGAI ROTAN KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2025
Abstract
Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak optimal masih menjadi salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif, khususnya pada masa nifas. Rendahnya produksi ASI dapat menghambat pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi sehingga berdampak pada tumbuh kembangnya. Salah satu alternatif non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi ASI adalah rebusan daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung papaverin, fitosterol, flavonoid dan polifenol yang berperan dalam stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rebusan daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, dilaksanakan pada bulan Juni–Juli tahun 2025 di Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim. Sampel berjumlah 32 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian rebusan daun katuk sebanyak 300 ml per hari selama 7 hari berturut-turut. Data diperoleh melalui observasi volume ASI perah selama 5 menit, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata volume ASI sebelum intervensi sebesar 111,53 ml dan meningkat menjadi 195,34 ml setelah intervensi. Uji statistik menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), menunjukan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rebusan daun katuk efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif alami, aman, dan terjangkau untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan dapat merekomendasikan penggunaannya kepada ibu menyusui serta mendorong penelitian lanjutan terkait dosis optimal dan keamanan penggunaan jangka panjang.






