https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/issue/feedJURNAL KESEHATAN ABDURAHMAN2026-10-20T04:05:02+00:00Tiara Fatrin, S.S.T.,M.Bmd.jurnal@stikesabdurahman.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">Publikasi STIKES Abdurahman Palembang dengan nomor p-ISSN 2089-9599 dan e-ISSN 2746-3737, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Abdurahman Palembang, Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Abdurahman (JKAB): </strong> adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu kebidanan, perawat, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman, meliputi : Kehamilan, Kelahiran, Bayi, Tumbuh Kembang, Remaja, Keluarga Berencana, Climacterium dan Menopause dan Terapi komplementer dalam kebidanan.</p>https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/321HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK2026-10-19T14:12:01+00:00Lela Ainilennyastuti149@gmail.comLenny Astutileni@stik-sitikhadijah.ac.id<p>Gagal ginjal kronik merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan bersifat irreversibel, sehingga penderita memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisis merupakan faktor penting karena ketidakpatuhan dapat menyebabkan penumpukan sisa metabolisme, timbulnya komplikasi, serta penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan antara kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 38 penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik <em>purposive</em> sampling. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk menilai hubungan antara tingkat kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik, dengan p value sebesar 0,001 (α = 0,05). Saran dari hasil penelitian tersebut, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi, pendampingan, serta dukungan kepada pasien dan keluarga guna meningkatkan kepatuhan menjalani terapi hemodialisis sehingga kualitas hidup pasien dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci : Kepatuhan, Hemodialisis, Kualitas Hidup.</strong></p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/334hubungan Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Memasuki Fase Menopause dan Andropause pada Pra Lansia di RT 07 Desa Sugih Waras Talang jambe Tahun 20262026-10-19T14:15:14+00:00Sri Aisyah Hidayatisriaisyahhidayati@yahoo.comAdriani Adrianiadriani@al-suaibah.ac.idMaritje Rombemaricerombe@gmail.comLidya Fransiscalidyafransisca@al-suaibah.ac.id<p>Pra lansia merupakan kelompok usia menjelang lanjut usia yang umumnya berada pada rentang umur 45–59 tahun. Pada fase ini terjadi berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, termasuk kesehatan reproduksi. Menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen akibat berakhirnya fungsi ovarium yang ditandai dengan tidak adanya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron pada pria yang terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 sampai dengan 24 Januari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pra lansia yang berada di RT 07 Desa Sugih Waras, Pra lansia adalah individu yang berusia 45–59 tahun. Sampel adalah sebagian atau seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh pra lansia yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden penelitian. Hasil uji statistik diperoleh nilai P-nya adalah 0,001; bahwa ada pengaruh pengetahuan masyarakat dengan Kesiapan memasuki Fase menopause dan andropause. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 27.50; artinya responden yang berpengetahuan tinggi mempunyai resiko 27.50 kali untuk Kesiapan memasuki Fase menopause dan andropause yang baik. Hasil dari hubungan kedua variabel tersebut signifikan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan mengenai perubahan reproduksi pada usia pra lansia melalui kegiatan penyuluhan, posyandu lansia, maupun program kesehatan masyarakat lainnya.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/340ANALISIS PENGETAHUAN GIZI PRAKEHAMILAN WUS DAN FAKTOR RISIKO TERHADAP STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN RISIKO KEHAMILAN PERSALINAN DAN NIFAS2026-10-19T14:21:03+00:00Adriani Adrianiadriani@al-suaibah.ac.idJunay Darmawatijunaydarmawati@al-suaibah.ac.idLidya Fransiscalidyafransisca@al-suaibah.ac.id<p>Pregnancy women with Chronic Energy Deficiency (CED) are a determinant of the risk of nutritional and health problems in newborns. Inadequate nutritional intake during pre-pregnancy can increase the risk of Chronic Energy Deficiency (CED), anemia, pregnancy complications, labor and postpartum complications, and low birth weight (LBW). UNICEF findings (2023) in the report Maternal Nutrition in Indonesia: Landscape Analysis and Recommendations state that Indonesia remains at risk of facing a double burden of malnutrition among women of reproductive age. UNICEF reports that approximately 1 in 6 women of reproductive age in Indonesia are wasted or energy deficient, reflecting the still high risk of CED among women of reproductive age. The purpose of this study was to analyze the level of knowledge of women of childbearing age about preconception nutrition and risk factors related to nutritional status. This type of research is a cross-sectional study with primary and secondary data. The population of this study was women of childbearing age in the research area totaling 60 people. The research variables include independent variables, namely knowledge, education, employment, and economic status while the dependent variable is the nutritional status of women of childbearing age. The results of the study showed a significant relationship between knowledge and nutritional status of women with a p value of 0.027, there was a significant relationship between education level and nutritional status of women with a p value of 0.021, there was a significant relationship between employment status and nutritional status of women with a p value of 0.008, there was a significant relationship between economic status and nutritional status of women with a p value of 0.008. The results of statistical tests stated that there was a relationship between knowledge, education, employment, and economic status with nutritional status of women. It is hoped that this research can provide input for health workers to improve services, particularly in providing IEC on preconception nutrition to prepare for a safe and risk-free pregnancy, childbirth, postpartum period, and breastfeeding.</p> <p><strong><em>Keywords: knowledge, education, employment, economic status, nutritional status</em></strong></p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/347PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA 3D DENTAL KIT HEALTH EDUCATION BOOK TERHADAP KETEPATAN TEKNIK MENGGOSOK GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK SRI TANJUNG LAMONGAN2026-10-19T14:19:31+00:00Laras Fannyrasyidzafira1@gmail.comDadang Kusbiantorodadangkusbiantoro123@gmail.comSylvi Harmiardillahsylviharmiardillah@gmail.com<p>Ketepatan teknik menggosok gigi pada anak prasekolah masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karies dan gangguan kesehatan gigi lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menggosok gigi adalah melalui edukasi menggunakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti Media 3D <em>Dental Kit Health Education Book</em>. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi dengan Media 3D <em>Dental Kit Health Education</em> <em>Book</em> terhadap ketepatan teknik menggosok gigi pada anak prasekolah di TK Sri Tanjung Lamongan. Design penelitian ini menggunakan Eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 anak prasekolah yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi pada variabel dependen. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan software SPSS 22.0 untuk melihat adanya hubungan diantara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) berada pada kategori tidak tepat dalam menggosok gigi. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden (73,7%) berada pada kategori tepat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi dengan Media 3D Dental Kit Health Education Book terhadap ketepatan teknik menggosok gigi pada anak prasekolah. Disimpulkan bahwa edukasi menggunakan Media 3D Dental Kit Health Education Book efektif meningkatkan ketepatan teknik menggosok gigi pada anak prasekolah dan dapat digunakan sebagai media pendidikan kesehatan gigi di lingkungan sekolah.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Edukasi Kesehatan, Kesehatan Gigi, Teknik Menggosok Gigi, Anak Prasekolah</em></p> <p> </p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/361PENGARUH REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA2026-10-19T14:24:03+00:00MIFTAH APRIANImiftahapriani23@gmail.comTiara Fatrintiarafatrin23.tf@gmail.comYazika Rimbawatiyazikarimbawati@gmail.comRini Gustina Sarigustinasari15@gmail.com<p>Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas ambang batas normal yaitu diatas 140/90 mmHg. Penyakit ini pula menyebabkan 40% kematian akibat penyakit jantung dan 51% kematian dampak stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rebusan Daun Alpukat Terhadap Penderita Hipertensi Pada Lansia. Jenis penelitian ini menggunakan <em>quasieksperimental</em> dengan rancangan penelitian <em>one group pre-test</em> dan <em>post test</em>, pengambilan sampel menggunakan<em> purposive</em> sampling. Sebanyak 20 responden dengan pemberian 1x/hari setiap pagi sebelum sarapan pagi selama 7 hari. Setelah diberikan Air Rebusan Daun Alpukat kemudian dilakukan pemantauan menggunakan lembar <em>Observasi</em> dengan cara mengukur tekanan darah setiap hari untuk melihat frekuensi <em>Hipertensi </em>pada Lansia. Penelitian ini menggunakan analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan rebusan daun alpukat, rata-rata tekanan darah lansia 152/90 mmHg dengan nilai std.deviation 7.16350. Sedangkan sesudah diberikan rebusan daun alpukat, rata-rata tekanan darah lansia 124/80 mmHg dengan nilai std.deviation 6.80557 dengan selisih 28,5. Berdasarkan analisis <em>Uji Paired Sampel T Test </em>diperoleh nilai <em>p=0,003 </em>yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian terdapat pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penderita hipertensi pada lansia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian Air Rebusan Daun Alpukat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan frekuensi <em>Hipertensi</em><em>.</em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/371ANALISIS DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI TPMB Bdn. TITIK ARYANTI, S.Keb KABUPATEN OGAN KOMERING ULU2026-10-19T14:26:49+00:00Lina Oktavialinaoktavia342@gmail.comSeptia Ayu Wulandariseftiaayuwulandari41@gmail.com<p>Program Keluarga Berencana merupakan bagian terpadu dalam program pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan penduduk Indonesia tumbuh seimbang agar kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya dapat tercapai.Tujuan penelitian adalah hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di TPMB Bdn. Titik Aryanti, S.Keb Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2025.Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Variabel – variabel yang di teliti disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan di uji dengan analisis univariat dan bivariat, yaitu dengan menggunakan instrumen kuesioner data demografi.Hasil <em>uji chi Square</em> di dapatkan ρ <em>Value</em> 0,000 artinya terdapat hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di TPMB Bdn. Titik Aryanti, S.Keb Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2025.Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di TPMB Bdn. Titik Aryanti, S.Keb Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2025</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/378HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PRABUMULIH2026-10-19T14:28:09+00:00Veradilla Veradillaveradilla90@gmail.comMartina Astarimartinaastari89@gmail.comTuriyani Turiyaniyanisugiman29@gmail.comSesilia Triana Dewisesilia.dewi22@gmail.comFaulia Mauluddinafaulia.mauluddina@gmail.com<p><em>Low birth weight is defined as a baby weighing less than 2500 grams, regardless of gestational age. Birth weight is the weight measured one hour after birth. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with the incidence of low birth weight infants at Prabumulih City Hospital in 2024.</em></p> <p><em>This study used an analytical survey with a cross-sectional approach. The population of this study was all infants born at Prabumulih City Hospital between January and December 2024. A random sampling technique was used to select 256 newborns. The research instrument was a checklist.</em></p> <p><em>In univariate analysis of the 256 respondents revealed that 106 (41.4%) of maternal age were at high risk, while 150 (58.6%) were at low risk. Furthermore, 111 (43.4%) of maternal parity were at high risk for LBW, while 145 (56.6%) were at low risk.</em></p> <p><em>The bivariate analysis revealed a significant association between maternal age and LBW (p-value 0.000). Maternal parity was also significantly associated with LBW incidence (p-0.000).</em></p> <p><em>The conclusion of this study is that there is a significant relationship between maternal age and parity and the incidence of low birth weight babies at Prabumulih City Hospital in 2024.</em></p> <p><em> </em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/383PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI RT 22 TALANG JAMBE2026-10-19T14:29:09+00:00Rani Purwaniranipurwani10@gmail.comRinda Lamdayanirindalamdayani5@gmail.comTiara Fatrintiarafatrin23.tf@gmail.comYona Sariyonasari@gmail.comTitin Aprianititinapriyani65@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular paling umum pada kelompok lansia. Penyakit ini sering dijuluki sebagai “silent killer” karena jarang menunjukkan gejala spesifik, namun dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Penggunaan terapi farmakologis dengan obat-obatan antihipertensi memang menjadi pilihan utama. Namun, konsumsi jangka panjang dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan fungsi ginjal dan peningkatan risiko ketergantungan. Sebagai alternatif, terapi non-farmakologis salah satunya adalah bahan herbal alami, seperti daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em>). Daun ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri (eugenol, sitral), yang memiliki efek vasodilatasi dan antioksidan yang membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan pengaruh pemberian air rebusan daun salam berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di RT 22 Talang Jambe. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan <em>pre-eksperimental</em> menggunakan desain <em>pretest-posttest with control group</em>. Dalam penelitian ini direncanakan minimal 20 responden lansia hipertensi yang memenuhi kriteria akan dijadikan sampel<em>. </em>Hasil penelitian ini menunjukkan dari uji statistik <em>Paired Sample T-Test</em> didapatkan nilai <em>P-value</em> 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di RT 22 Talang Jambe.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/384PENGARUH KELELAHAN KERJA TERHADAP PERILAKU TIDAK AMAN DI PT. X2026-10-19T14:30:09+00:00Lisneni Dewilisnenidewi1@gmail.comGeeta Fedrianigeeta.fedriani@unasatya.ac.id<p><strong><em>A</em></strong><strong><em>B</em></strong><strong><em>STRACT</em></strong></p> <p><em>Unsafe behavior is defined as behavior that deviates from generally recognized safe actions or certain generally recognized safe methods or certain methods when someone performs their duties, thereby increasing the possibility of an accident. Factors that influence unsafe behavior include lack of knowledge about safety, hard work pressure, stress, fatigue, lack of experience, and the mental and physical condition of workers. This study aims to determine the effect of work fatigue on unsafe behavior at PT.X. The research method is quantitative with a qualitative approach.cross sectionalSampling used total sampling with a total of 30 respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires and the data obtained were then processed using the SPSS 25 program. The results of the study obtained a calculated t value for the fatigue variable of -0.145 and Sig. 0.885. These results indicate that the calculated t value is smaller than the t table, which is -0.145 <2.119905 and a significant value of 0.885 is greater than 0.05, so it can be stated that the hypothesis is rejected, namely there is no influence between the work fatigue variable on the dependent variable, namely unsafe behavior. It is recommended that companies can conduct direct supervision, provide training on safety awareness to recognize hazards around the work area, and improve the physical work environment.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p> </p> <p>Perilaku tidak aman didefinisikan sebagai perilaku yang menyimpang dari tindakan aman yang diakui secara umum atau metode tertentu aman yang diakui secara umum atau metode tertentu saat seseorang melakukan tugasnya, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tidak aman meliputi kurangnya pengetahuan tentang keselamatan, tekanan kerja keras, stres, kelelahan, kurangnya pengalaman, serta kondisi mental dan fisik pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelelahan kerja terhadap perilaku tidak aman di PT.X. Metode penelitian adalah menggunakan kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em> Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan data yang didapatkan selanjutnya diolah menggunakan program SPSS 25. Hasil Penelitian didapatkan nilai t hitung untuk variabel kelelahan sebesar –0,145 dan Sig. 0,885. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu -0,145 < 2,119905 dan nilai Signifikan sebesar 0,885 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat dinyatakan hipotesa ditolak, yaitu tidak terdapat pengaruh antara variabel kelelahan kerja terhadap variabel dependent yaitu perilaku tidak aman. Disarankan kepada perusanaan dapat melakukan pengawasan langsung, memberikan pelatihan tentang safety awareness untuk mengenali bahaya di sekitar area kerja, dan memperbaiki lingkungan kerja fisik</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/385A :ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN DERMATITIS DI DESA KARANG LANTANG WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MUARA JAYA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU2026-10-20T02:49:00+00:00Yulis Maritayulismarita88@gmail.comFera Novitrykeinaraaybike@gmail.com<p><em>Dermatitis remains a prevalent skin health issue in the community and can be influenced by various behavioral factors, including knowledge, attitudes, and personal hygiene. Cases of dermatitis are rising in Ogan Komering Ulu Regency, and they continue to be reported annually within the service area of the Muara Jaya Community Health Center (UPTD Puskesmas Muara Jaya). This study aimed to analyze factors associated with dermatitis prevention efforts in Karang Lantang Village, located within the service area of the Muara Jaya Community Health Center, Ogan Komering Ulu Regency. A quantitative method with a cross-sectional design was employed. The study population consisted of 430 heads of households, with a sample of 82 respondents selected via simple random sampling. Data collection took place from March to June 2026 using questionnaires administered through interviews. Data analysis involved univariate and bivariate methods, utilizing the Chi-Square test. The results showed that 51 respondents (62.2%) demonstrated good dermatitis prevention efforts. Regarding the variables, 49 respondents (59.8%) held positive attitudes, 39 (47.6%) possessed good knowledge, and 50 (61%) practiced good personal hygiene. The Chi-Square test results indicated no significant association between attitude and dermatitis prevention efforts (p=0.062). Conversely, significant associations were found between knowledge and dermatitis prevention efforts (p<0.001), as well as between personal hygiene and dermatitis prevention efforts (p<0.001). The study concludes that knowledge and personal hygiene are associated with dermatitis prevention efforts, whereas attitude is not. Enhancing health education and the practice of personal hygiene are necessary measures for dermatitis prevention within the community.</em></p> <p><em>Keywords: dermatitis, knowledge, attitude, personal hygiene, dermatitis prevention.</em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/387TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN DESA MENGENAI SKRINING DEPRESI POSTPARTUM MENGGUNAKAN EDIBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE (EPDS) DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 20252026-10-20T02:54:57+00:00Fatin Hamamahfatinhinduan@gmail.comFeriyal Feriyalferiyalsmb@gmail.com<p><strong>Latar Belakang : </strong>Depresi <em>postpartum</em> merupakan gangguan suasana hati yang umum terjadi pada ibu nifas biasanya terjadi dalam delapan minggu setelah melahirkan dan dapat berlanjut sampai setahun dengan tanda-tanda seperti rasa sedih, menangis tanpa sebab dan <em>insomnia</em> (gangguan tidur). Depresi <em>postpartum</em> sendiri memiliki beberapa kondisi, adapun kondisi yang lebih ringan dari <em>postpartum</em><em> depression </em>(PPD) adalah <em>postpartum</em><em> blues </em>dan untuk yang lebih berat ialah <em>postpartum</em><em> psikosis</em><em>. </em><strong>Tujuan Penelitian : </strong>Untuk mengetahui tingkat pengetahuan bidan desa mengenai skrining depresi postpartum dengan EPDS di Kabupaten Indramayu tahun 2025. <strong>Metode Penelitian : </strong>Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Populasinya adalah 319 Bidan Desa yang tersebar pada 31 Kecamatan di Kabupaten Indramayu. Sampel sebanyak 177 bidan desa di Wilayah Kerja Kabupaten Indramayu dengan metode sampel acak sederhana dan teknik pengambilan sampel yaitu Proportion Stratified Random Sampling (PSRS). <strong>Hasil Penelitian :</strong> Berdasarkan hasil univariat responden memiliki pengetahuan kategori kurang lebih dari setengahnya 106 responden dengan presentase 59,9%. Sementara kurang dari setengahnya yaitu 63 responden dengan presentase 35,6% memiliki pengetahuan yang cukup. Dan yang memiliki pengetahuan yang baik sebagian kecil 8 responden dengan presentase 4,5%. <strong>Kesimpulan</strong> : Pengetahuan responden mengenai Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih perlu ditingkatkan</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Depresi, EPDS, Bidan Desa</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/388PENYULUHAN KESEHATAN MELALUI MEDIA LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA2026-10-20T03:15:20+00:00Suryati Romauli Tobingyatikutobing77@gmail.comRoganda Simanjuntakrogandasimanjuntak773@gmail.com<p>Penyakit malaria senantiasa menjadi persoalan kesehatan masyarakat di wilayah Indonesia terutama pada area perkotaan dengan tingkat endemisitas tinggi seperti Kota Jayapura, sementara kelompok ibu hamil secara kondisi fisik memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak buruk akibat infeksi ini. Pelaksanaan penelitian ini berorientasi untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan melalui media lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang perilaku pencegahan malaria di lokasi Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Kota Jayapura. Metode penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif jenis pra-eksperimental dengan skema <em>one group pretest-posttest design</em>. Jumlah populasi tercatat 118 ibu hamil yang mengalami malaria di kawasan Kampung Biak, Kelurahan Abepantai (wilayah kerja Puskesmas Abepantai) pada periode 2025, lalu diperoleh 55 responden sebagai sampel melalui teknik <em>purposive sampling</em> berlandaskan formula Slovin dari bulan Februari hingga Mei 2026. Instrumen pengumpulan data memanfaatkan kuesioner pengetahuan dan sikap sejumlah 20 item bertipe skala Guttman, serta pengujian statistik dijalankan menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> setelah hasil uji <em>Shapiro-Wilk</em> mengonfirmasi data berdistribusi tidak normal. Hasil menunjukkan bahwa sebelum kegiatan penyuluhan mayoritas responden tergolong berpengetahuan kurang (63,6%) serta bersikap negatif (74,5%), tetapi pasca penyuluhan mayoritas responden berubah menjadi berpengetahuan baik (63,6%) dan bersikap positif (92,7%) dengan perolehan <em>p</em> = 0,000 pada kedua variabel. Simpulan dari riset ini yaitu penyuluhan kesehatan melalui media lembar balik memberikan efek yang nyata terhadap peningkatan pengetahuan dan perbaikan sikap ibu hamil tentang perilaku pencegahan malaria, sehingga layak diterapkan secara berkala di kawasan permukiman kota yang berendemisitas tinggi layaknya Abepantai.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/390HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA USIA REPRODUKTIF DI DESA PAYABAKAL2026-10-20T03:22:29+00:00hafizotun hasanahhafizotunhasanah@gmail.com<p>Penggunaan kontrasepsi hormonal menjadi salah satu upaya penting dalam perencanaan kehamilan di kalangan perempuan usia reproduktif. Di samping manfaatnya untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, perubahan hormonal dapat memunculkan kekhawatiran terkait kemungkinan dampaknya terhadap kondisi psikologis, termasuk kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan tingkat kecemasan di kalangan perempuan usia reproduktif. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui rancangan potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh wanita usia reproduktif yang memenuhi kriteria penelitian yang ada di desa Payabakal, sedangkan sampel contoh yang digunakan berjumlah 120 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah penggunaan kontrasepsi hormonal, sementara variabel terikatnya ialah tingkat kecemasan yang diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Pada data simulasi, 60,0% responden menggunakan kontrasepsi hormonal dan 40,0% tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Mengacu pada hasil pengukuran GAD-7, 19,2% responden berada pada kategori kecemasan sedang–berat. Hasil analisis bivariat memperlihatkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan kecemasan sedang–berat (χ²=2,295; p=0,130). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal tidak selalu diikuti peningkatan kecemasan, dengan demikian pemilihan metode kontrasepsi perlu memperhatikan kondisi kesehatan, riwayat psikologis, kebutuhan reproduksi, serta preferensi individu.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/394PENGARUH PEMBERIAN JAMU UYUP-UYUP TERHADAP KELANCARAN ASI DAN INVOLUSI UTERUS PADA IBU MENYUSUI DI KLINIK MITRA ANANDA PALEMBANG2026-10-20T03:41:24+00:00Tiara Fatrintiaraaisyah23.tf@gmail.commelia rahmameliarahma1990@gmail.comyona sariyonasari@gmail.com<p><em>The postpartum period is a recovery phase following childbirth, characterized by uterine involution and breast milk production. Inadequate breast milk production may hinder the success of exclusive breastfeeding, while delayed uterine involution may increase the risk of postpartum complications. One of the non-pharmacological approaches that can be used is the administration of Uyup-Uyup herbal drink, which contains various medicinal herbs, including katuk leaves, turmeric, ginger, temulawak, kencur, and bangle. These herbs contain lactagogue compounds and active substances that may help increase breast milk production and accelerate uterine recovery. This study aimed to determine the effect of Uyup-Uyup herbal drink administration on breast milk production and uterine involution among breastfeeding mothers at Mitra Ananda Clinic, Palembang, in 2026. This study employed a quasi-experimental design using a two-group post-test design. The population consisted of all breastfeeding mothers at Mitra Ananda Clinic, Palembang. A total of 20 respondents were selected using purposive sampling, consisting of 10 respondents in the intervention group and 10 respondents in the control group. Data were analyzed using the Mann–Whitney test. The results showed a p-value of 0.002 for breast milk production, indicating a significant effect of Uyup-Uyup herbal drink administration on breast milk production. Meanwhile, the p-value for uterine involution was 0.061, indicating that there was no significant effect of UyupUyup herbal drink administration on uterine involution. These findings indicate that Uyup-Uyup herbal drink administration significantly improves breast milk production but does not have a statistically significant effect on uterine involution among breastfeeding mothers at Mitra Ananda Clinic, Palembang, in 2026. Thus, it can be concluded that jamu uyup-uyup can be used to support breast milk production.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em>Breastfeeding <em>Mothers, Uterine Involution, Uyup-Uyup Herbal Drink, Breast Milk Production.</em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/jkab/article/view/396HUBUNGAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER I DAN III DALAM MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL: Studi Cross Sectional2026-10-20T04:05:02+00:00Yeviza Puspitasariyeviza.puspitasari1402@gmail.comMaya Sartikamayabta02@gmail.com<p><strong> </strong><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kehamilan adalah pembuktian bagi diri seorang perempuan bahwa dirinya mampu secara biologis mempertahankan dan melestarikan keturunannya. Selama kehamilan terjadi perubahan fisik maupun psikologis pada diri ibu maupun pasangannya.</p> <p>Secara umum tujuan penelitian adalah diketahui hubungan kecemasan ibu hamil trimester I dan III dalam melakukan hubungan seksual di TPMB Ririn Sevda Korini,SKM.,S.Keb tahun 2025.</p> <p>Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Variabel – variabel yang di teliti disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan di uji dengan analisis univariat dan bivariat, yaitu dengan menggunakan instrumen kuesioner data demografi.</p> <p>Diketahui bahwa dari 40 responden di dapatkan responden melakukan hubungan seksual sebanyak 18 (45,0%) responden dan responden tidak melakukan hubungan seksual sebanyak 22 (55,0%) responden. Dari hasil uji Chi Square didapatkan ρ Value 0,000 < (0,05) artinya terdapat hubungan kecemasan ibu hamil dengan hubungan seksual pada ibu hamil trimester I dan III di TPMB Ririn Sevda Korini,SKM.,S.Keb tahun 2025. Dari hasil uji Chi Square didapatkan ρ Value 0,004 < (0,05) artinya terdapat hubungan pendidikan ibu hamil dengan hubungan seksual pada ibu hamil trimester I dan III di TPMB Ririn Sevda Korini,SKM.,S.Keb tahun 2025.</p> <p>Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan kecemasan ibu hamil terhadap hubungan seksual pada ibu hamil trimester I dan III di TPMB Ririn Sevda Korini,SKM.,S.Keb tahun 2025.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##