JURNAL FARMASI ABDURAHMAN https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA <p style="text-align: justify;">Publikasi STIKES Abdurahman Palembang dengan nomor p-ISSN XXXX-XXXX dan e-ISSN XXXX-XXXX, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Abdurahman Palembang, Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Farmasi Abdurahman (JFA):&nbsp;</strong>&nbsp;adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel asli yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, termasuk bidang ilmu pengobatan, farmakologi, akademisi dan praktisi. Ruang lingkup publikasi artikel yang diterbitkan dalam jurnal farmasi meliputi: farmasi klinis dan komunitas, kesehatan masyarakat, psikologi, obat-obatan dan topik kesehatan lainnya, yang diterbitkan 2 (dua) kali setahun.&nbsp;</p> STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen en-US JURNAL FARMASI ABDURAHMAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH PEPAYA MUDA (carica papaya epidermis) https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/295 <p>Kulit merupakan organ yang tersusun dari empat jaringan dasar dan mempunyai kelenjarminyak. Pada saat remaja kelenjar kulit berfungsi secara aktif sehingga adanya gangguan pada kulit seperti jerawat (acne vulgaris). Penelitian inı eksprimental laboratorium dengan mengestrak buah papaуа muda menggunakan metode maserasi yang di rendam dengan etanol 96% dan metode difusi cakram yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri buah pepayamuda (Carica papaya L) sebagai antibakten penyebab jerawat Staphylococcus epidermidis secara in vitro. Senyawa aktif buah pepaya muda (Carica papaya L) yaitu Alkaloid, Flavanoid, Polifenol dan Saponin sedangkan Daya Hambat darı ekstrak etanol buah pepaya muda (Carica papaya L) konsentrasi 20% sebesar 8,68 mm (Sedang), Pada konsentrasi 40% memilikı zona hambat 11,20 mm (kuat), pada konsentrasi 60% sebesar 14,42 mm (kuat) dan pada konsentrasi 80% zona hambat sebesar 20,69 mm (Sangat Kuat) kemudian perbandingan konsentrasi daya hambat ekstrak buah pepaya muda (Carica papaya L.) yang mendekati antibiotik gram positif (Clindamycin) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis pada konsentrasi 80% karena memilıkı zona hambat yaitu sebesar 20,69 mm</p> Aprianto - anto ##submission.copyrightStatement## 2026-01-19 2026-01-19 2 1 1 9 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/292 <p><em>Betel is one of the traditional plants used as an alternative in treating bacterial infections. Betel leaves are often used for traditional medicine such as anti-thrush and antiseptic. The potential of betel as a medicinal plant is due to the active compounds contained in it. This study aims to test the antibacterial activity of green betel leaf infusion (Piper betle L.) against Staphylococcus aureus bacteria. Staphylococcus aureus is a gram-positive bacteria part of the normal mucous membrane flora of the skin, but under the influence of predisposing factors it can become pathogenic. The betel is infused using aquabidest solvent at a temperature of 90˚C. The concentrations used for each treatment were concentrations of 15%, 20%, 25%, 30%, and 35%. Each concentration was tested for antibacterial activity against Staphylococcus aureus using the paper disc diffusion method. Data analysis using the ANOVA test showed a significance value of p&lt;0.05 with a significance value of 0.297, the normality test showed that the research data in all treatment groups followed a normal distribution and had good homogeneity p&gt;0.05 with a significance value of 0.515 in each treatment group there was activity antibacterial properties of green betel leaves inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria.</em></p> afni panggar besi ##submission.copyrightStatement## 2026-01-19 2026-01-19 2 1 9 16 UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN SINGKONG (Manihot esculenta) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIARE https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/294 <p>Daun singkong merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri alami. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas minyak atsiri daun singkong (<em>Manihot esculenta) </em>terhadap pertumbuhan bakteri <em>Escherichia coli </em>penyebab diare. <em>Escherichia coli </em>merupakan salah satu bakteri usus dan merupakan bagian dari mikroflora usus normal. Minyak atsiri daun singkong dibuat dengan pelarut aquadest dengan menggunakan destilasi. Analisa data yang digunakan coading, Hasil penelitian adalah rata-rata diameter zona hambat bakteri <em>Escherichia coli </em>minyak atsiri daun singkong (<em>Manihot esculenta</em>) pada konsentrasi 20%, dengan rata-rata diameter 11,6 mm, konsentrasi 40% dengan rata-rata 12.1mm, konsentrasi 60% adalah 12.2 mm. Sedangkan pada kontrol positif menggunakan antibiotik metronidazole. minyak atsiri daun singkong (<em>Manihot esculenta</em>) pada konsentrasi 20%, 40% dan 60% dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Escherichia coli </em>relatif kuat. Diharapkan dari usulan tersebut dapat memanfaatkan daun singkong (<em>Manihot esculenta</em>) sebagai alternatif antibakteri herbal khususnya terhadap <em>Escherichia coli</em>.</p> <p><strong>Kata kunci&nbsp;&nbsp; : </strong>Daun singkong, Minyak atsiri, <em>Escherichia coli</em></p> devy - octarina ##submission.copyrightStatement## 2026-01-19 2026-01-19 2 1 17 24 EVALUASI KERASIONALAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI INSTALASI RAWAT INAP AGUSTUS-DESEMBER DIRUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2023 https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/291 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Diabetes melitus (DM) merupakan sebuah penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa (hiperglikemia) yang terjadi karena pankreas tidak mampu menghasilkan insulin, adanya gangguan kerja insulin, ataupun bahkan keduanya. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat bahwa penderita DM pada tahun 2020 mencapai 10.517. Kemudian, pada 2021 terjadi peningkatan jumlah penderita DM menjadi 61.475. (Dinkes,2022). Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental (observasional) dengan rancangan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif. Penelitian ini termasuk penelitian observatif karena peneliti tidak memberikan perlakuan hanya bertujuan melakukan eksplorasi deskriptif dari fenomena kesehatan yang terjadi dan kemudian mengevaluasi data dari rekam medik. Penelitian ini bersifat retrospektif karena didasarkan pada catatan medis serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dimasa lalu.Dari 46 Pasien menunjukkan obat antidiabetik yang digunakan pada pasien Diabetes Melitus tipe II di instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2023 Periode Agustus-Desember.menunjukkan pengobatan Diabetes Melitus tipe ll menggunakan metformin (72,27%), kombinasi metformin &amp; glimepiride (22,72%). Rasionalitas pengobatan Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2023 sebesar 100%. Berdasarkan evaluasi pengobatan antidiabetes yaitu 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 86,4% tepat pasien, dan 100% tepat dosis.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: evaluasi, obat antidiabetik, diabetes Mellitus tipe ll</p> Fitria Aptika ##submission.copyrightStatement## 2026-01-19 2026-01-19 2 1 25 29 SRI UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK BUAH PEPAYA MUDA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus aureus) https://ejournal.stikesabdurahman.ac.id/index.php/JFA/article/view/293 <p>Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang esensial, vital serta cermin kesehatan. Berdasarkan penelitian di kawasan Asia Tenggara terdapat 40-80% kasus <em>acne vulgaris </em>kemudian dari PERDOSKI 2017 di Indonesia <em>Acne vulgaris </em>menempati urutan ketiga penyakit terbanyak dari jumlah pengunjung Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di rumah sakit maupun klinik kulit. Salah satu mikroorganisme penyebab Jerawat adalah bakteri <em>Staphylococcus aureus. </em>Tanaman yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya adalah tanaman papaya. Bagian pohon pepaya seperti akar, batang, daun, daging buah, bahkan biji telah diteliti mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Metode penelitian pada uji antibakteri ini yaitu eksperimental laboratorium dengan percobaan aktivitas antibakteri pada pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>secara in vitro. Dengan hasil penelitian yaitu kandungan senyawa buah pepaya muda (<em>Carica papaya L</em>) berupa senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan polifenol ekstrak etanol buah pepaya muda (<em>Carica papaya L</em>) pada konsentrasi 20% rata-rata diameter zona hambat (8,47 mm), konsentrasi 40% rata-rata diameter zona hambat (10,52 mm), konsentrasi 60% rata-rata diameter zona hambat (14,68 mm), dan konsentrasi 80% rata( 20,29 mm) serta perbandingan konsentrasi daya hambat ekstrak buah pepaya muda (<em>Carica papaya L</em>) yang hampir sama dengan antibiotik gram posotif <em>Clindamycin </em>terhadap pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>pada konsentrasi 80% sebesar (20,29 mm).</p> <p>&nbsp;</p> Sri Hidayati Sri Hidayati ##submission.copyrightStatement## 2026-01-19 2026-01-19 2 1 30 37